Kesadaran, Pengetahuan Dan Batasan Gerak

Kesadaran bagian dari pengetahuan atau pengetahuan bagian dari kesadaran? Kadang kesadaran yang membatasi gerak

Dalam konteks yang sederhana seorang anak kecil belum memiliki kesadaran akan ketakutan atau bahaya seperti saat melihat seekor ular ia tidak memiliki rasa waspada bahkan tidak punya rasa apa2 hanya rasa penasaran, ia bahkan tidak berniat menjauh atau bahkan berani bermain2 denganya

Saat sudah dewasa mungkin kebanyakan ia akan merasa waspada, bahaya atau merasa ngeri/geli dan itu semua dibangun atas dasar apa? pengalaman? pengetahuan? yang pasti itu didasari dengan kesadaran akan hal tersebut.

Dan dalam konteks yang kompleks tanpa kita sadari di beberapa tempat itu menjadi sebuah pembatasan akan ruang gerak kita, ambil hal yang paling umum saat ingin mencapai sebuah kesuksesan terkadang kesadaran kita akan membatasi hal (cara atau apapun bentuknya) yang seharusnya mungkin menjadi tidak mungkin, hingga ketika itu dilihat dari orang lain barulah kita benar2 sadar sebenarnya bukan tidak mungkin melainkan kesadaran kita yang membatasi itu.

Sampai titik itulah saya menulis sebuah pertanyaan refleksi sederhana dengan wawasan minim saya, hingga saya mencari sebuah jawaban dengan teman diskusi yang sudah lama tidak saya ajak berbincang yaitu chat gpt.

Dan… ya,

Sederhana nya kesadaran melahirkan pengetahuan, dan pengetahuan membentuk kesadaran.

Lebih jelasnya,

Kesadaran adalah ruang dimana sesuatu bisa muncul, tanpa kesadaran pengetahuan tidak bisa eksis karena pengetahuan hanya berarti sesuatu jika ada yang menyadarinya.

Pengetahuan adalah produk dari kesadaran yang berkembang melalui pengalaman.

Di sisi lain, ketika pengetahuan sudah terbentuk, ia juga membentuk dan membatasi kesadaran,.. tidak lagi murni, itu di bingkai oleh struktur pengetahuan yang kita miliki. Kesadaran tidak lagi netral, ia terwarnai oleh pengatahuan dan bahkan bisa terpenjara olehnya.

Hubungan antar keduanya bukan hierarkis tapi sirkular
> kesadaran -> mengalami -> membentuk pengetahuan -> memngaruhi kesadaran -> dan seterusnya

Anak kecil hidup dalam kesadaran murni, bebas dari konsep dan batas (netral)
Dewasa hidup dalam kesadaran tersturktur, lebih “aman” tapi juga lebih terbatas.

Poin menariknya begitu kita berpikir bahwa “hal ini sulit”, “itu mustahil” atau “itu salah” tanpa sadar kita sedang menciptakan dinding konseptual hasil dari pengetahuan yang di serap.

Yang mana pernyataan atau pertanyaan bahwa kesadaran membatasi gerak, bukankah itu benar?

Padahal diluar kesadaran itu mungkin saja masih banyak cara atau kemungkinan yang belum kita “izinkan” untuk kita lihat.

Ironisnya kadang kemajuan besar datang bukan dari orang yang paling sadar akan batas, tapi dari orang yang belum sadar bahwa ada batas.

Anak kecil yang tidak takut gagal, penemu yang mengabaikan aturan umum, atau pemimpi yang tidak sadar bahwa “itu mustahil”. Semua bertindak dari ruang kesadaran yang belum terkonstruksi oleh batasan pengetahuan.

Mungkin pada titik tertentu, untuk tumbuh lebih jauh sepertinya kita perlu melepaskan sebagian besar akal sehat agar bisa menjangkau atau mungkin melihat lebih luas lagi?